City Juarai Liga Inggris Secara Dramatis
Manchester City berhasil membalikkan keadaan saat mengalahkan Queens
Park Rangers 3-2 untuk memastikan gelar Liga Primer Inggris musim ini.
Manchester City merebut gelar juara Liga
Primer Inggris dengan mengalahkan Queens Park Rangers 3-2 melalui dua
gol pembalik keadaan yang diciptakan saat pertandingan sudah memasuki
tambahan waktu.
Tak mau melepas kesempatan, City langsung
mengurung pertahanan Rangers sejak menit pertama pertandingan.
Berkali-kali bek QPR harus mematahkan serangan tuan rumah yang diatur
David Silva serta dibantu pergerakan Samir Nasri.
Dominasi permainan ini tidak membuat
pendukung Citizens tenang. Menit 20, ketegangan mencekam karena pada
saat bersamaan Manchester United berhasil mengungguli Sunderland lewat
gol Wayne Rooney. Beberapa menit sebelumnya, fans QPR justru kesenangan
begitu mengetahui saingan degradasi mereka, Bolton Wanderers, tertinggal
satu gol di markas Stoke City. Ketegangan seperti menjadi-jadi karena
Yaya Toure tampak kesakitan sambil memegangi lututnya.
Pada menit
ke-39, Silva memberikan bola kepada Toure yang langsung meneruskannya
ke arah Pablo Zabaleta. Tanpa menahan bola sambil berlari, Zabaleta
melepaskan tembakan. Paddy Kenny sempat menepisnya, tetapi bola bergulir
masuk ke dalam gawangnya. Etihad pun bersorak gembira. Selebrasi The
Poznan kian membuat stadion semarak.
Keunggulan satu gol ini
sudah cukup bagi City menjuarai liga. Namun, Rangers dituntut
membalikkan keadaan karena Bolton ternyata mampu balik mengungguli Stoke
2-1 saat turun minum. Pasukan Mark Hughes itu sukses menyamakan
kedudukan tiga menit memasuki babak kedua.
Joleon Lescott
melakukan kesalahan dengan berniat menyundul bola ke arah Joe Hart di
belakangnya. Ternyata Djibril Cisse sudah mengintai dan dengan ruang
yang begitu leluasa, striker asal Prancis itu melepaskan tembakan keras
yang tak sanggup dihadang Hart.
Kericuhan muncul pada menit ke-54
akibat ulah Joey Barton. Dalam sebuah situasi tanpa bola, pemain bengal
itu melanggar Carlos Tevez. Wasit Mike Dean tidak punya pilihan lain
selain mengusirnya keluar. Keputusan itu ditanggapi Barton dengan
menendang pinggul Sergio Aguero dan berupaya menanduk Vincent Kompany.
Kalau tidak ditahan saat berjalan keluar, Barton bisa saja berkelahi
dengan Mario Balotelli, yang "menyambutnya" secara verbal di pinggir
lapangan.
Kalah jumlah pemain, Hughes harus mengorbankan Cisse
dan memasukkan Armand Traore untuk mempertahankan kedudukan. Dari
pelanggaran Barton itu, tendangan bebas Tevez menciptakan kemelut di
depan gawang Kenny tanpa berujung gol.
Menit 61, Kenny
menyelamatkan peluang Aguero dari jarak dekat. City makin bernafsu
mencari gol guna gelar yang mereka idam-idamkan, tetapi Rangers
menghentak lima menit berselang. Traore berakselarasi dari sayap kiri
dan melepaskan umpan silang ke tiang jauh. Tanpa kawalan, Jamie Mackie
melepaskan sundulan sambil menjatuhkan diri. Bola bersarang ke dalam
gawang Hart!
Tersengat, Roberto Mancini memasukkan Edin Dzeko
sebagai tambahan penyerang dan mengganti Gareth Barry. City kemudian
menggunakan Balotelli sebagai amunisi baru dengan menggantikan Tevez.
Hingga sisa pertandingan, City mengurung pertahanan Rangers dengan
radius tidak lebih dari 25 meter.
Pertahanan QPR yang tak
tergoyahkan akhirnya jebol juga ketika Dzeko menyambut tendangan penjuru
dengan sundulan dari jarak dekat. Gol yang terjadi saat pertandingan
memasuki menit kedua tambahan waktu itu rupanya menghidupkan lagi
semangat City. Satu setengah menit berselang, Aguero menemukan celah dan
melepaskan tembakan keras yang menggetarkan jala gawang Kenny.
Gol dramatis itu tak cuma memenangkan City 3-2 secara dramatis, tetapi juga memenangkan City 3-2 secara dramatis, tetapi juga
memberikan mereka gelar juara Liga Primer yang ditunggu-tunggu sejak 44
tahun terakhir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar